Contoh Kelompok Formal dan Informal di Kehidupan sehari-hari

Didalam kehidupan bermasyarakat tentu kamu pernah melihat atau mengalami beberapa masalah hidup seperti sulit berinteraksi, susahnya bertahan hidup dan tidak dapat meningkatkan efesiensi serta efektivitas kerja.

Sehingga ada beberapa individu yang menginginkan perubahan dengan membuat sebuah kelompok sosial dengan para anggotanya yang memiliki latar belakang yang sama serta, memiliki kesadaran akan adanya hubungan yang terjalin antar mereka.

Oleh sebab itu kamu harus memahami bahwa ada beberapa jenis kelompok sosial dalam kehidupan sehari-hari misalnya saja kelompok formal dan informal. Maka di pembahasan kali ini saya ingin memberikan beberapa contoh dari kedua kelompok sosial tersebut.

Perbedaan Kelompok Formal dan Informal

Namun sebelum masuk ke pembahasan masalah contoh kelompok informal dan formal, kamu perlu memehami perbedaan dari kedua kelompok sosial ini.

Pengertian kelompok formal adalah suatu kelompok yang menetapkan aturan sosial dan regulasi yang jelas untuk anggota atau pun calon anggota baru yang ingin bergabung secara tetap dalam kelompok dan untuk mengundurkan diri dari kelompok.

Sedangkan kelompok informal pengertianya adalah kelompok sosial yang dibentuk tanpa perlu menetapkan beberapa aturan kepada anggotanya ataupun untuk yang ingin bergabung.

Contoh Kelompok Formal dan Informal

Beberapa contoh dari kedua kelompok ini mungkin saja salah satunya pernah kamu lihat atau bahkan kamu ikut tergabung didalamnya. Namun saat ini, sudah ada banyak sekali contoh dari kelompok informal dan formal yang banyak orang belum mengetahuinya.

Contoh Kelompok Informal

Berikut ini contoh-contoh kelompok informal yang ada di masyarakat :

1. Pecinta Burung Lobert

Kelompok Informal dalam kehidupan sehari-hari

Contoh kelompok informal yang satu ini terbentuk atas dasar memiliki hoby yang sama yang akhirnya mereka membentuk sebuah kelompok. Biasanya kelompok ini dibentuk karena masih satu daerah yang sama dan untuk mereka yang ingin bergabung tidak perlu memberikan syarat apapun.

2. Komunitas Blogger Lampung

Komunitas Blogger Lampung ini berisikan orang-orang yang memiliki kepandaian dan kecakapan dalam hal internet ataupun pemoggraman. Biasanya didalam komunitas seperti ini ada beberapa orang yang di anggap sebagai senior.

Sama seperti sebelumnya untuk bisa bergabung di group ini tidak perlu harus mengikuti aturan khusus ataupun yang lainnya.

3. Komunitas Sepedah Gunung

Kelompok formal dalam masyarakat

Saat ini sering kita jumpai event-event bersepedah yang selalu ramai bahkan persertanya berasal dari luar pulau. Karena memiliki hobby yang sama dan masih satu keluarga mereka membuat sebuah kelompok dengan tujuan agar memper erat ikatan antar pesepedah saat bertemu.

5. Pecinta Hewan Reptil

Saat ini ada banyak sekali kelompok-kelompok yang mengatas namakan pecinta reptil, pecinta hewan dengan keanggotaanya pun tidak diminta persyaratan apapun. Ini juga termasuk sebagai calon kelompok informal.

Contoh Kelompok Formal

Selain kelompok informal ada juga kelompok formal yang dibentuk dengan struktur sosial yang benar diantaranya yaitu :

1. Palang Merah Indonesia (PMI)

Contoh Kelompok Formal dalam kehidpan sehari-hari

Terbentuknya PMI ini sendiri adalah untuk meringankan penderitaan sesama manusia akibat bencana alam ataupun bencana lainnya tanpa membeda-bedakan suku, ras, etnis korban yang ditolong tersebut.

2. Serikat Petani Indonesia (SPI)

Contoh Kelompok Formal dan Informal

Untuk meningkatkan kesejahteraan petani dibentuklah sebuah kelompok dengan nama serikat petani indonesia dimana tujuan utamanya tidak lain adalah memperjuangkan hak asasi petani, pembaruan agraria serta melawan neoliberalisme.

3. Unit Kepolisian Lalu Lintas

Seluruh kegiatan yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap penertiban lalu lintas didasarkan pada aturan-aturan yang sebelumnya sudah ditetapkan sesuai mekanisme administratif.

4. Asosiasi Psikologi

Apabila ingin bergabung didalam keanggotaan asosiasi psikologi mereka harus memenuhi syarata-syarat yang sudah ditetapkan, bahkan tidak hanya itu saja mereka harus menunjukan legalitasnya dan lulus uji kopetensi.

5. Himpunan Wanita Karya (HWK)

Munculnya komunitas ini sebagai perwujudan kebulatan tekad para kader Golkar Wanita. Tujuan mereka tidak lain hanya sebagai tempat penggodokan agar bisa meningkatkan kualitas kader wanita.

Itulah beberapa contoh yang bisa saya berikan terkait kelompok formal dan kelompok informal kurang lebihnya saya mohon maaf, selamat membaca.

Leave a Comment