Contoh Kearifan Lokal di Indonesia

Sejak zaman dahulu masyarakat Indonesia sudah dikenalkan oleh nenek moyang mereka tentang tradisi yang berlaku di lingkungan mereka sendiri. Meskipun ada beberapa kearifan lokal yang sudah mulai di tingalkan.

Namun di daerah pedesaan terdapat beberapa tradisi yang sampai saat ini masih menjadi kearifan lokal yang menjadi warisan oleh leluhur mereka. Adapun contoh kearifan lokal yang masih ada di Indonesia saat ini bisa kamu lihat di artikel kali ini.

Sebelum itu kamu perlu tahu definisi dari kearifan lokal. Kearifan lokal adalah bagian dari budaya yang ada di suatu masyarakat yang tidak bisa dilepas dari bahasa masyarakat itu sendiri.

Contoh Kearifan Lokal di Indonesia

Dibawah ini terdapat beberapa contoh kearifan lokal yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

1. Kearifan Lokal di Daerah Sumatera

Tradisi Bebie di Muara Enim

Tradisi Bebie di Sumatera Selatan


Di daerah Sumatera, tepatnya di Kabupaten Muara Enim, Sumatera bagian Selatan terkenal sebuah Tradisi yang sudah dilakukan secara turun-termurun dari zaman nenek moyang.

Tradisi itu dikenal dengan istilah Bebie yaitu tradisi menamam kemudian memanen padi secara bersama-sama dengan petani lainnya, tujuanya agar pekerjaan mereka cepat terselesaikan.

Ini adalah cara yang dilakukan oleh orang terdahulu, karena pada masa itu belum ada mesin bajak ataupun mesin untuk memanen padi. Lalau apabila proses panen sudah selesai mereka akan mengadakan perayaan sebagai tanda syukur atas melimpahnya hasil panen.

Hutan Larangan Adat di Kampar Riau

Contoh Kearifan Lokal, Hutan Larangan di Riau


Menjaga kearifan lokal yang ada disetiap daerah tentu sudah menjadi kewajiban masyarakat untuk terus melestarikanya. Selain tradisi menjaga hutan agar tidak ditebang secara sembarangan adalah bentuk kearifan lokal yang harus di dukung,

Di Kepulauan Riau sendiri kearifan lokal yang dapat kita jumpai yaitu Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai. Tujuan dari kearifan lokal ini tidak lain adalah agar masyarakat yang ditinggal disekitarnya bisa menjaga dan melestarikan hutannya.

Tentunya ada beberapa resiko yang harus di terima apabila menebang hutang secara sembarangan, maka pelakunya akan dikenakan denda 100 Kg beras, atau dengan membayar uang sebesar Rp 6.000.000.

Rimba Kepungan Sialang di Riau

Kearifan Lokal Rimba Kepungan Sialang

Perlu kamu ketahui bahwa Sialang bukanlah sebutan dari salah satu jenis pohon yang ada di hutan, akan tetapi sebutan oleh masyarakat sekitar untuk pohon yang menjadi “rumah” bagi lebah bersarang.

Pohong yang mendapat julukan sialang biasanya adalah pepohonan yang diameternya sangat tinggi dibandingkan jenis pohon lainnya. Beberapa jenis pohon yang bisa tumbuh menjadi pohon sialang adalah yang memiliki batang lurus seperti pohon Kempas, pohon Menggeris, pohon Benuang dan beberapa jenis lainya.

D hutan pohon sialang tidak dapat tumbuh sendiri, pohon ini harus berdekatan dengan jenis pepohonan lain yang disebut “rimba kepungan sialang”.

Tradisi Repong Damar di Krui Lampung Barat

Tradisi Repong Damar sebagaii Kearifan Lokal

Rempong Damar merupakan pengelolaan lahan bekas lading didalam suatu bentuk watani yang pada akhirnya bisa di kelola oleh masyarakat sekitar lebih tepatnya masyarakat Lampung Barat kecamatan Krui.

Tradisi Rempong Damar disebut juga sebagai hutan damar. Meskipun sebutanya seperti itu, tetapi tidak hanya pohon damar yang ditanam ada beberapa jenis tanaman lainya seperti durian, karet dan kopi.

Kearifan lokal seperti ini selalu diwariskan secara turun temurun melalui cerita mulut kemulut.

Ke-kean di Sumatera Selatan

Kearifan Lokal Ke-kean di Sumatera Selatan

Ke-Kean adalah sebuah pengetahuan untuk memperhitungkan waktu yang baik dan tepat jika ingin menanam jenis tanaman tertentu yang dikaitkan dengan ilmu perbintangan.

Dalam hal perbintangan masyarakat selalu berpedoman kepada salah satu bintang yang disebut dengan mate taun. Ada beberapa jenis tanaman yang ditanam dengan pengetahuan Ke-kean seperti Kopi, Padi, Tebu, Bambu dan Purun.

Cara-cara seperti ini sudah dilakukan oleh masyarakat yang ada di Desa Meringang Kabupaten Lahat sampai saat ini.

Hompongan di Jambi

Kearifan Lokal Hompongan di Jambi

Hompongan menjadi salah satu warisan budaya tak berbenda dari Jambi. Disebut tak berbenda karena Hompongan adalah sebuah hutan belukar yang sudah sejak lama menjadi kawasan dari pemukiman Orang Rimba.

Hutan belukar ini masih masuk di kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas di Provinsi Jambi. Sejak dahulu hutan tersebut sudah menjadi sebuah benteng pertahanan jika ada gangguan dari pihak luar, sangat wajar jika hutan ini di jaga ketat oleh pihak Polisi Kehutanan.

2. Kearifan Lokal di Daerah Jawa

Upacara Cingcowong di Jawa Barat

Di Desa Luragung Landeuh ada sebuah ritual/upacara yang disebut dengan Cingcowong. Cingcowong merupakan sebuah upacara untuk meminta hujan apabila sedang terjadi kemarau panjang.

Cingcowong sendiri berasal dari bahasa Sunda yaitu sebutan untuk boneka sawah dengan rupa seperti perempuan cantik. Didalam proses ritual ini sendiri ada 1 orang yang berperan sebagai pemandu upcara.

Lalu di ikuti oleh dua orang sebagai pemegang sampur ketika digerakan, kemudian ada dua orang lagi yang menjadi penabuh buyung yang dipukul oleh kipas serta satu orang lagi memainkan musik.

3. Kearifan Lokal di Daerah Kalimantan

Tembawang di Kalimantan Barat

Contoh Kearifan Lokal Tembawang di Kalimantan Barat

Tembawang adalah sebuah bentuk pengelolaan lahan dengan sistem Wanatani yang masih terjaga keaslianya oleh masyarakat Dayak Iban di Kalimantan Barat. Ada banyak sekali jenis tanaman yang di tanam di lahan tersebut.

Tembawang sendiri dipercaya oleh masyarakat Dayak sebagai penyatu dan kerukunan yang saat ini sudah mulai terkikis, hal ini sangat disayangkan sekali bila terus terjadi.

4. Kearifan Lokal di Daerah Sulawesi

Balingkea di Sulawesi Tengah

Kearifan Balingkea di Indonesia

Balingkea merupakan sebuah kebun yang dimana kesuburan tanahnya sudah sangat berkurang sehinga sudah tidak cocok lagi untuk di tanami sayur-sayuran. Akan tetapi masih bisa di tanami oleh jenis tanamana seperti palawija, ubi dan jagung.

Namun di Desa Toro sendiri terdapat beberapa aturan adat yang berkaitan dengan pengelolaan wilayah dan sumber daya alam, salah satunya yaitu dilarang membuka kebun bekas Balingkea, Oma, Pangale dan Pahawa Pongko orang lain.

Pahomba di NTT

Sumba Timur Hidupkan Ritual Adat Pahomba, cegah kebakaran hutan

Pahomba adalah kearifan lokal di masyarakat Kabupaten Sumba Timur yang melarang warganya memasuki hutan dan mengambil hasil hutan. Dengan adanya ritual adat seperti ini diharapkan bisa mencegah kebakaran hutan dan lahar di wilayah itu tentunya.

Apabila warga mengambil hasil hutan dengan cara menebanginya, dikhawatirkan bisa menghambat proses perluasan hutan secara alami oleh sistem alam.

Moposad dan Moduduran di Sulawesi Selatan

Moposad dan Moduduran di Sulawesi Selatan

Moposad dan Moduduran adalah kearifan lokal sebagai pranata tolong menolong yang membentuk integrasi nasional. Hal seperti ini akan sulit ditemui pada daerah perkotaan.

Koko dan Tattakeng di Minahasa

Kearifan Lokal Koko dan Tattakeng di Minahasa

Masyarakat Minahasa menyebut Koko sebagai kebun sedangkan Tattakeng adalah lahan bekas perladangan. Kearifan lokal ini sudah ada sebelum masyarakat mengenal pertanian seperti sawah dan ladang.

Dengan begitu para keturuan rakyat To Betong mendapatkan warisan bebentuk kebun dan lading yang ditingalkan.

5. Kearifan Lokal di Daerah Bali

Awig-Awig di Lombok Barat

Awig-awig merukapan salah satu kearifan lokal masyarakat Lombok Barat sebagai pengatur sistem perikanan untuk menjaga ekosistem laut. Didalam pengaturan Awig-awig itu sendiri memuat aturan adat yang wajib dipatuhi warga masyarakatnya.

Penerapan awig-awig didasari oleh kesadaran masyarakatnya mengenai kegiatan yang bisa merusak kehidupan alaminya.

6. Kearifan Lokal di Daerah Maluku

Adat Sasi di Maluku

Contoh Kearifan Lokal Adat Sasi di Maluku

Sasi merupakan suatu adat khusus di Maluku yang diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang sejak zaman dahulu. Adat sasi ini adalah sebuah perintah atau larangan untuk mengambil hasil alam sebelum masuk waktu yang sudah di tentukan.

Adat ini juga membuat masyarakat Maluku bisa menjaga alam sekitarnya agar tetap terjaga selama-lamanya.

Pamali Memancing Ikan di Maluku Utara

Pamali Memancing Ikan di Maluku Utara

Di desa Bobainego-Maluku Utara Pamali Memancing Ikan adalah aturan adat yakni larangan. Secara yuridiksi terbentuk dari pranata sosial masyarakat yang sudah berjalan sejak lama dalam mengatur pemanfaatan sumber daya yang ada di wilayah pesisir dan laut.

Itulah tadi artikel mengenai contoh kearifan lokal yang ada di setiap wilayah-wilayah Indonesia. Kita ketahui bahwa Negara Indonesia memilik berbagai macam tradisi dan kebudayaan yang harus dilestarikan keberadaanya.

Leave a Comment